Pangkalpinang, sabdatara.com — Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menghadiri kegiatan halalbihalal sekaligus penutupan puasa Syawal 1447 Hijriah yang digelar di Kantor Kelurahan Keramat, Kecamatan Rangkui, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung sederhana tersebut tetap menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan antara warga dan unsur pemerintah setempat.

Tradisi silaturahmi yang dikemas dalam nuansa kekeluargaan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Dessy menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya hadir karena padatnya agenda kegiatan. Ia berharap hal tersebut tidak mengurangi makna kebersamaan yang terjalin dalam acara tersebut.
“Semoga keterlambatan saya tidak mengurangi makna dari kegiatan silaturahmi dan halalbihalal ini,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu memperkuat nilai kebersamaan dan semangat gotong royong.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial di lingkungan masyarakat.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus menjadi agenda rutin sebagai wadah untuk bersilaturahmi, bertukar pikiran, serta mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong,” tambahnya.
Diketahui, kegiatan halalbihalal ini turut dikemas dengan tradisi makan berdulang, salah satu kearifan lokal Bangka Belitung yang sarat makna kebersamaan.
Warga membawa dulang berisi aneka hidangan khas Lebaran yang disiapkan oleh masing-masing RT dan RW, lalu disantap bersama dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.
Kegiatan ini telah dilaksanakan untuk kedua kalinya, diinisiasi oleh pihak kelurahan dengan dukungan aktif masyarakat setempat.
Tradisi tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai gotong royong serta harmoni yang terus terjaga di tengah kehidupan masyarakat.
Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat.
Selain itu, tradisi ini juga diharapkan mampu menginspirasi kelurahan lain untuk mengangkat kearifan lokal masing-masing, sehingga nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan keharmonisan dapat terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.
(ST)
