PANGKALPINANG, sabdatara.com — Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, memantau langsung pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 2 Pangkalpinang, Senin (6/4/2026).
Kunjungan tersebut turut didampingi Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, serta sejumlah pejabat Perangkat Daerah (PD).
Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan TKA pada hari pertama berjalan lancar dan sesuai prosedur.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota yang akrab disapa Prof. Udin menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya TKA. Ia menilai, tes ini merupakan bagian penting dalam mengukur capaian pembelajaran siswa selama menempuh pendidikan di tingkat SMP.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pangkalpinang, Erwandi, mengatakan bahwa kehadiran Wali Kota tidak hanya untuk melihat kesiapan teknis dan jalannya tes, tetapi juga sebagai bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan.
“Beliau juga memberikan semangat kepada para guru. TKA ini menjadi bagian dari evaluasi proses pembelajaran di ruang kelas serta untuk melihat capaian hasil belajar siswa,” ujar Erwandi.
Lebih lanjut dijelaskan, SMP Negeri 2 Pangkalpinang dipilih sebagai lokasi monitoring karena merupakan salah satu SMP terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“SMP Negeri 2 ini merupakan SMP terbesar di Bangka Belitung dengan jumlah siswa mencapai 1.294 orang. Untuk pelaksanaan TKA hari ini, siswa kelas IX yang mengikuti tes berjumlah 419 orang,” jelasnya.
Erwandi menambahkan, pelaksanaan TKA digelar secara serentak di seluruh SMP di Kota Pangkalpinang, dengan total sebanyak 29 sekolah yang turut melaksanakan tes pada hari yang sama.
Namun demikian, karena keterbatasan waktu, monitoring langsung oleh Wali Kota dipusatkan di SMP Negeri 2 Pangkalpinang.
“Semua SMP melaksanakan TKA hari ini, total ada 29 sekolah. Namun, untuk monitoring langsung oleh Wali Kota, hanya dilakukan di SMP Negeri 2,” tambahnya.
Pelaksanaan TKA ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif terhadap kualitas pembelajaran di sekolah, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan mutu pendidikan di Kota Pangkalpinang ke depan.
(*/ST)
