PANGKALPINANG, sabdatara.com — Pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi salah satu fokus yang ingin diperkuat Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui peran aktif kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga pemanfaatan lahan untuk pertanian perkotaan (urban farming) dinilai berpotensi membuka peluang penghasilan sekaligus mendorong kemandirian keluarga.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif, menekankan pentingnya kolaborasi antara kader PKK, pemerintah daerah, dan organisasi perempuan agar program pemberdayaan dapat berjalan lebih optimal. Hal itu disampaikannya dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK bersama Ketua TP-PKK Kota Pangkalpinang, Bunda Hj. Susanti Saparudin.
Menurut Saparudin, momentum HKG PKK tidak sekadar menjadi ajang mempererat kebersamaan antarkader, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat sinergi dalam menjalankan 10 program pokok PKK. Dengan kolaborasi yang baik, berbagai program diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“PKK memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mendorong pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kami berharap para kader terus menjaga semangat gotong royong serta mempererat kerja sama dengan pemerintah dan organisasi lainnya,” ujar Saparudin.
Salah satu upaya yang menjadi perhatian ialah pengembangan ekonomi keluarga melalui pembinaan UMKM. Pemerintah Kota Pangkalpinang berupaya mendukung langkah tersebut dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pariwisata, serta Dinas Pangan dan Pertanian.
Melalui dukungan lintas perangkat daerah, pelaku UMKM diharapkan memperoleh pembinaan sesuai kebutuhan usaha, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga perluasan peluang pemasaran. Upaya ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Selain UMKM, Saparudin juga menyoroti potensi pertanian perkotaan yang dikembangkan kelompok wanita tani di Pangkalpinang. Pemanfaatan lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif dinilai dapat mendukung kemandirian pangan rumah tangga sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat.
“Pemberdayaan keluarga harus diarahkan pada kegiatan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami ingin UMKM semakin berkembang dan kegiatan pertanian perkotaan terus diperkuat agar dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membuka peluang penghasilan tambahan,” katanya.
Saparudin berharap, keterlibatan aktif kader PKK yang didukung sinergi pemerintah daerah dapat membuat program pemberdayaan berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, PKK diharapkan tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha dan pemanfaatan potensi lingkungan.
Melalui langkah tersebut, pemberdayaan PKK diharapkan mampu mendorong semakin banyak keluarga di Pangkalpinang menjadi mandiri, produktif, dan sejahtera. (St)
