PANGKALPINANG, sabdatara.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai keagamaan, meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam Tabligh Akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Tua Tunu, Kelurahan Tua tunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Sabtu (24/10/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi, yang mewakili Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang karena berhalangan hadir.
Usai kegiatan, Agustu mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam sekaligus mengajak masyarakat meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, kegiatan keagamaan yang membawa dampak positif bagi masyarakat perlu terus dilaksanakan di masjid-masjid yang ada di Kota Pangkalpinang.
“Harapan ke depan, kegiatan positif seperti ini terus kita lakukan di seluruh masjid yang ada di Kota Pangkalpinang. Ini juga untuk menyiarkan syiar Islam dan meneladani Rasulullah sebagai uswatun hasanah atau teladan yang baik bagi kita,” kata Agustu.
Tabligh Akbar tersebut juga menghadirkan seorang habib dan penceramah dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang menyampaikan tausiah keagamaan kepada jamaah.
Agustu menambahkan, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap kegiatan keagamaan dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius sekaligus mempererat hubungan sosial antarkelompok masyarakat.
Ia menyampaikan pesan Wali Kota dan Wakil Wali Kota agar masyarakat bersama-sama menjaga identitas Pangkalpinang sebagai kota yang menjunjung nilai spiritual dan kehidupan beragama.
“Malam ini saya mewakili Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Mudah-mudahan pesan beliau kepada kita semua, mari terus menjadikan Pangkalpinang sebagai kota yang spiritual, kota yang agamis, serta meningkatkan kerukunan di berbagai kalangan masyarakat Kota Pangkalpinang,” ujarnya.
Selain diisi ceramah agama, peringatan Maulid Nabi di Masjid Raya Tua Tunu juga berlangsung dengan tradisi nganggung, yakni makan bersama menggunakan dulang yang dibawa oleh masing-masing jamaah.
Tradisi yang lekat dengan budaya masyarakat Bangka Belitung tersebut menjadi bagian dari kegiatan untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai keteladanan, memperkuat persaudaraan, dan menjaga kerukunan dalam kehidupan sehari-hari. (St)
