PANGKALPINANG, sabdatara.com — Kentra Pengkal Festival 4 menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk menikmati pertunjukan seni, mengenal sejarah daerah, sekaligus mendukung produk usaha lokal. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pangkalpinang, Darwin, mengajak masyarakat untuk hadir dan meramaikan festival yang berlangsung di Taman Wilhelmina Park, Sabtu (17/10/2026).
Festival yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Nasional II tingkat Kota Pangkalpinang tahun 2026 ini menghadirkan beragam kegiatan menarik, mulai dari pertunjukan kesenian tradisional, lomba menulis biografi wali kota periode 1956–1978, hingga bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Darwin mengatakan, festival tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan perjalanan sejarah Kota Pangkalpinang kepada generasi muda.
Ia berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai kesempatan untuk lebih dekat dengan kesenian daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya lokal.
“Silakan masyarakat datang dan meramaikan Kentra Pengkal Festival 4. Malam ini ada berbagai pertunjukan dan kegiatan menarik yang bisa dinikmati bersama keluarga,” ajak Darwin, Sabtu (17/10/2026).
Salah satu agenda utama yang dapat disaksikan pengunjung adalah Festival Kesenian Tradisional Pangkalpinang. Melalui penampilan berbagai kesenian, festival ini memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga agar tradisi dan budaya daerah tetap dikenal masyarakat.
Selain itu, Lomba Menulis Biografi Wali Kota Pangkalpinang periode 1956–1978 turut menjadi bagian dari rangkaian acara. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menelusuri sejarah kepemimpinan dan memahami perjalanan pembangunan Kota Pangkalpinang dari masa ke masa.
Tidak hanya menyuguhkan kegiatan seni dan edukasi, festival ini juga menghadirkan Bazar UMKM yang menawarkan beragam produk usaha lokal. Kehadiran bazar tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat sekaligus mendorong warga agar lebih mencintai dan menggunakan produk lokal.
Kentra Pengkal Festival 4 berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Taman Wilhelmina Park, Pangkalpinang. Pengunjung dapat datang mulai pukul 17.00 WIB hingga kegiatan berakhir.
Darwin berharap partisipasi masyarakat dapat membuat festival ini semakin semarak dan memberikan manfaat bagi berbagai pihak, mulai dari pelaku seni, generasi muda, hingga pelaku UMKM.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan daerah. Dengan demikian, festival tidak sekadar menjadi agenda perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap seni, sejarah, dan identitas Kota Pangkalpinang.
Melalui Kentra Pengkal Festival 4, masyarakat diharapkan semakin mengenal kekayaan budaya daerah sekaligus berperan aktif dalam melestarikannya. Dukungan terhadap kegiatan seni dan produk UMKM lokal juga menjadi langkah nyata untuk menjaga warisan budaya serta mendorong tumbuhnya kreativitas dan perekonomian masyarakat Pangkalpinang. (ST)
