PANGKALPINANG, sabdatara.com — Penutupan Pangkalpinang Job Fair 2026 bukan berarti kesempatan mencari kerja ikut berakhir. Hingga Kamis (15/10/2026), sebanyak 265 lamaran telah tercatat masuk, sementara Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang masih membuka pendaftaran secara daring selama satu minggu ke depan.
Perpanjangan waktu tersebut memberikan kesempatan bagi pencari kerja yang belum sempat mengajukan lamaran selama bursa kerja berlangsung selama dua hari di Gedung Serba Guna ISB Atma Luhur.
Kepala Disnaker Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, mengatakan layanan pengajuan lamaran secara daring tetap dibuka untuk mengakomodasi pencari kerja yang belum memanfaatkan kesempatan selama pelaksanaan job fair secara langsung.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai awak media seusai penutupan Pangkalpinang Job Fair 2026, Kamis (15/10/2026).
“Acara fisiknya memang sudah tutup, tetapi untuk lamaran masih kita buka sampai satu minggu ke depan secara online. Jadi, bagi yang belum sempat memasukkan lamaran, masih ada kesempatan,” kata Amrah.
Menurutnya, pelaksanaan job fair mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Tingginya minat pencari kerja terlihat dari ramainya pengunjung hingga sore hari pada hari terakhir kegiatan.
Bahkan, sejumlah pencari kerja baru mengetahui informasi pelaksanaan job fair ketika kegiatan berlangsung, sehingga perpanjangan pengajuan lamaran secara daring diharapkan dapat memberi ruang bagi mereka untuk mengikuti proses rekrutmen.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 18 perusahaan berpartisipasi dengan menawarkan 251 lowongan kerja untuk 26 jabatan. Berdasarkan laporan sementara yang diterima Disnaker, seluruh lowongan tersebut telah mendapatkan pengajuan lamaran.
Namun, jumlah 265 lamaran yang tercatat hingga Kamis sore belum mencakup seluruh pencari kerja yang masih melengkapi persyaratan administrasi atau berencana menyusulkan berkas lamaran.
“Yang kami data sampai sore ini sebanyak 265 lamaran yang sudah masuk dan diterima perusahaan. Untuk yang persyaratannya belum lengkap atau masih akan menyusul, nanti akan kita hitung kembali,” ujarnya.
Amrah menjelaskan, Disnaker masih akan melakukan pendataan lanjutan untuk mengetahui jumlah keseluruhan pelamar. Proses tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam satu bulan ke depan.
Sementara itu, pemantauan terhadap proses penempatan tenaga kerja akan dilakukan paling lambat tiga bulan setelah kegiatan berakhir.
Bagi masyarakat yang belum sempat melamar, pengajuan berkas masih dapat dilakukan secara daring melalui akses kode QR yang disediakan Disnaker Kota Pangkalpinang.
Disnaker Siapkan Pelatihan Operator Forklift
Selain memfasilitasi pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan, Disnaker Kota Pangkalpinang juga berupaya menyesuaikan program pelatihan tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha.
Salah satu rencana yang tengah disiapkan ialah pelatihan operator forklift. Program tersebut muncul setelah adanya perusahaan yang menyampaikan kebutuhan tenaga kerja untuk posisi tersebut, sementara ketersediaan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai masih terbatas.
“Kemarin ada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja yang selama ini sulit dicari. Karena itu, kita akan membuka program pelatihan, seperti pelatihan forklift, karena ada kebutuhan yang cukup banyak, tetapi tenaga kerjanya belum tersedia,” jelas Amrah.
Menurutnya, pelaksanaan job fair tidak hanya menjadi sarana bagi pencari kerja untuk mengajukan lamaran, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri dan dunia usaha.
Informasi yang diperoleh dari perusahaan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program pelatihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Melalui upaya tersebut, Disnaker berharap kompetensi pencari kerja di Kota Pangkalpinang semakin meningkat, kebutuhan tenaga kerja perusahaan dapat terpenuhi, dan peluang masyarakat untuk memperoleh pekerjaan semakin terbuka. (ST)
