PANGKALPINANG, sabdatara.com — Festival Semarak Ekraf ke-2 Kota Pangkalpinang Tahun 2026 resmi berakhir dengan suasana meriah di Alun-Alun Taman Merdeka, Sabtu (16/5/2026) malam.
Penutupan festival diwarnai berbagai pertunjukan seni, pameran karya kreatif, hingga inovasi teknologi yang ditampilkan para pelajar dan generasi muda Kota Pangkalpinang.
Mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, Kepala DPMPTSP Kota Pangkalpinang, Syarli Nofriansyah, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung serta menyukseskan penyelenggaraan Festival Semarak Ekraf tahun ini.
Menurutnya, festival tersebut menjadi bukti bahwa Pangkalpinang memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang melalui peran aktif anak-anak muda kreatif dan inovatif.
“Melalui festival ini kita dapat melihat begitu banyak potensi yang dimiliki generasi muda Pangkalpinang. Mulai dari seni pertunjukan, produk ekonomi kreatif, hingga kemampuan di bidang teknologi seperti perakitan robot yang tadi ditampilkan,” ujarnya.
Syarli menegaskan bahwa para pelaku ekonomi kreatif, komunitas, pelajar, dan generasi muda merupakan aset penting dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi.
“Kalian semua adalah bagian penting dalam kemajuan ekonomi Kota Pangkalpinang,” katanya.
Ia juga menilai Festival Semarak Ekraf bukan hanya sekadar hiburan ataupun agenda seremonial tahunan, melainkan wadah strategis untuk melahirkan ide, kreativitas, dan peluang baru bagi generasi muda.
“Festival Ekraf ini adalah investasi masa depan. Dari ruang seperti inilah lahir inovasi, kreativitas, dan semangat berkarya anak-anak muda Pangkalpinang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syarli turut memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang beserta para pelajar dan komunitas seni yang telah menampilkan berbagai pertunjukan kreatif selama festival berlangsung. Ia mengaku terkesan dengan lagu bertema “Pangkalpinang” yang ditampilkan pada malam penutupan.
Menurutnya, karya tersebut memiliki potensi menjadi identitas budaya sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Kota Pangkalpinang.
“Kita tadi menyaksikan kreativitas yang luar biasa. Lagu tentang Pangkalpinang yang ditampilkan malam ini memiliki nilai positif dan bisa menjadi identitas kebanggaan daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan, inklusif, dan memiliki daya saing luas agar mampu membawa Pangkalpinang dikenal lebih jauh di tingkat nasional maupun internasional.
“Mari terus memperkuat kolaborasi untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan mampu bersaing di berbagai level,” katanya.
Berakhirnya Festival Semarak Ekraf ke-2 Kota Pangkalpinang 2026 diharapkan menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat perkembangan sektor ekonomi kreatif di daerah.
Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen untuk terus memberikan ruang dan dukungan kepada generasi muda agar dapat terus berkarya, berinovasi, serta membawa nama daerah melalui kreativitas dan prestasi yang membanggakan.(ST)
