Pangkalpinang, sabdatara.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna ke-V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang, Senin (30/3/2026).
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menyatakan bahwa laporan tersebut merupakan bentuk akuntabilitas kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD serta seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung pembangunan daerah.
“Kami menyadari masih terdapat kekurangan. Namun, dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, kami optimistis pembangunan Kota Pangkalpinang akan semakin baik ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tahun 2025 menjadi periode yang cukup spesial karena sebagian waktu pemerintahan masih dipimpin oleh penjabat kepala daerah hingga pelantikan wali kota dan wakil wali kota definitif pada Oktober 2025. Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan pembangunan dan pelayanan publik secara optimal.
Dari aspek keuangan, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp930,14 miliar atau 93,64 persen dari target Rp993,29 miliar. Pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp258,32 miliar (107,89 persen), pendapatan transfer Rp664,17 miliar (89,33 persen), serta lain-lain pendapatan sah Rp7,64 miliar (73,46 persen).
Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp920,07 miliar atau 87,62 persen dari total anggaran Rp1,05 triliun.
Dalam sektor layanan dasar, pemerintah mencatat sejumlah capaian. Di bidang pendidikan, anggaran sebesar Rp240,26 miliar terealisasi 85,03 persen, antara lain untuk pembangunan dan rehabilitasi sarana sekolah serta bantuan bagi peserta didik.
Pada sektor kesehatan, realisasi anggaran mencapai 96,59 persen dari Rp263,44 miliar. Pemerintah juga meningkatkan fasilitas layanan kesehatan melalui pembangunan gedung rawat inap dan laboratorium di RSUD Depati Hamzah. Cakupan Universal Health Coverage (UHC) bahkan mencapai 99,86 persen.
Di bidang infrastruktur, pembangunan jalan, jaringan air bersih, serta pemeliharaan fasilitas umum terus dilakukan dengan tingkat realisasi mencapai 91,56 persen.
Selain itu, pada sektor sosial, pemerintah memberikan bantuan kepada kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia terlantar, anak terlantar, serta korban bencana.
Pada bidang ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 5,73 persen dari sebelumnya 5,98 persen. Upaya yang dilakukan antara lain melalui pelaksanaan job fair dengan 904 lowongan kerja, serta pelatihan dan sertifikasi kompetensi tenaga kerja.
Namun demikian, realisasi investasi mengalami penurunan menjadi Rp2,62 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp4,94 triliun. Hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk terus meningkatkan daya tarik investasi daerah.
Dalam mendukung program nasional, Pemkot Pangkalpinang juga melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembentukan 42 Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Di sisi lain, inovasi pelayanan publik terus dilakukan, termasuk layanan administrasi kependudukan pada hari libur serta program jemput bola ke masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, Kota Pangkalpinang juga meraih sejumlah penghargaan, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, penghargaan Daerah Tertib Ukur, serta predikat badan publik informatif dalam keterbukaan informasi.
Menutup penyampaiannya, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
(*/Angga)
