Pangkalpinang Bersholawat, Ribuan Warga Bersatu dalam Cinta Rasulullah

PANGKALPINANG, sabdatara.com — Ribuan masyarakat memadati Alun-alun Taman Merdeka, Kota Pangkalpinang, Sabtu (3/10/2026) malam.

Mereka mengikuti kegiatan Pangkalpinang Bersholawat yang berlangsung khidmat dan penuh suasana kebersamaan.

Mengusung tema “Satukan Hati, Bangun Ukhuwah dalam Cinta Rasulullah”, kegiatan tersebut diawali dengan salat Isya berjamaah di Masjid Agung Kubah. Selanjutnya, masyarakat mengikuti rangkaian Pangkalpinang Bersholawat bersama ulama, tokoh agama, organisasi Islam, organisasi kemasyarakatan, serta para santri dari sejumlah pondok pesantren.

Lantunan sholawat yang menggema di kawasan Alun-alun Taman Merdeka menjadi bagian dari momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun ukhuwah di tengah masyarakat.

Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Khai Haji Daniel Dafis beserta Nyai serta Yayasan Zawiyah Aradok yang turut berperan menghadirkan Syeikh Muhammad Fadil Jilani ke Kota Pangkalpinang.

“Terima kasih kepada Bapak-Ibu semua yang telah mendukung terlaksananya acara ini. Dari Majelis Maulid Arbaim, Kota Pangkalpinang, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, para pendukung yang mensupport, yang memberikan bantuan, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Prof. Saparudin.

Ia menyebut Pangkalpinang Bersholawat merupakan kegiatan perdana yang digelar di Kota Pangkalpinang. Ke depan, pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut dapat kembali dilaksanakan sebagai ruang kebersamaan masyarakat.

“Tadi disampaikan bahwa kegiatan ini adalah yang pertama sekali kita laksanakan di Kota Pangkalpinang. Dan insya Allah kami akan melaksanakan kegiatan ini pada tahun-tahun yang akan datang. Amin Ya Rabbal Alamin,” ujarnya.

Prof. Saparudin juga mengapresiasi kehadiran para alim ulama, pimpinan organisasi Islam, organisasi kemasyarakatan, masyarakat, serta utusan pondok pesantren dari Kota Pangkalpinang maupun luar daerah.

“Terima kasih kepada seluruh utusan-utusan dari pondok-pondok pesantren yang berada di Kota Pangkalpinang maupun saudara-saudara kita yang berada di luar Kota Pangkalpinang yang malam hari ini juga ikut hadir di tempat ini,” ucapnya.

Menurutnya, kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan juga dapat menjadi wadah untuk memperkuat hubungan sosial dan persaudaraan.

Melalui tema yang diusung, Pangkalpinang Bersholawat diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga membawa pesan untuk menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Kebersamaan masyarakat yang hadir malam itu menjadi bagian penting dari pesan tersebut. Perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk berkumpul dalam satu majelis dan melantunkan sholawat bersama.

Menutup sambutannya, Prof. Saparudin menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan.

“Saya akhiri, mohon maaf apabila ada kekurangan di dalam penyelenggaraan acara ini,” tuturnya.

Pangkalpinang Bersholawat pun menjadi momentum keagamaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana penuh kekhidmatan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya mempererat ukhuwah serta menjaga kebersamaan masyarakat Kota Pangkalpinang. (St)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *