PANGKALPINANG, sabdatara.com – Peringatan Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus meneguhkan komitmen dalam melanjutkan pembangunan secara berkesinambungan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, dalam Rapat Paripurna Istimewa ke-1 Masa Persidangan I Tahun 2026 DPRD Kota Pangkalpinang dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang, Kamis (17/9/2026).
Rapat paripurna yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang tersebut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, insan pers, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Saparudin menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-269 kepada seluruh masyarakat Kota Pangkalpinang.
Menurutnya, usia 269 tahun bukan sekadar angka, melainkan menggambarkan perjalanan panjang yang diwarnai perjuangan, pengabdian, karya, dan kontribusi berbagai generasi dalam membangun Kota Pangkalpinang.
Saparudin mengatakan, dirinya bersama Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Desy Ayu Trisna, menerima amanah untuk memimpin Kota Pangkalpinang sejak 15 Oktober 2025.
Amanah tersebut, kata dia, bukanlah kebanggaan pribadi, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan untuk kepentingan seluruh masyarakat Kota Pangkalpinang.
“Sejak hari pertama, kami menyadari bahwa masyarakat tidak menunggu janji. Masyarakat menunggu kerja nyata. Karena itu, kami memilih untuk bekerja,” ujar Saparudin.
Ia menegaskan, pembangunan Kota Pangkalpinang tidak dapat dipandang sebagai pekerjaan satu orang, satu wali kota, ataupun satu periode pemerintahan.
Menurutnya, pembangunan merupakan sebuah estafet yang harus diteruskan dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan berikutnya.
“Apa yang dibangun oleh pemerintahan sebelumnya, kita lanjutkan. Yang masih kurang, kita perbaiki. Yang sudah baik, kita pertahankan. Dan apa yang menjadi tantangan baru, kita jawab dengan cara-cara yang baru,” katanya.
Kenang Jasa Para Pendahulu
Dalam rapat paripurna tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang turut memberikan penghormatan dan apresiasi kepada para mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang.
Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, Saparudin menyampaikan rasa hormat kepada para pemimpin terdahulu yang telah mencurahkan pikiran, tenaga, waktu, serta pengabdian bagi kemajuan Kota Pangkalpinang.
Penghargaan tersebut ditujukan kepada almarhum H. Rosman Johan, Drs. H. Sofyan Rebuin, M.M., almarhum H. Zulkarnain Karim, M.M., H. Triadmadja, B.Sc., almarhum Drs. H. Malikul Amjad, H. Muhammad Irwansyah, S.Sos., M.Si., Dr. H. Maulan Aklil, S.IP., M.Si., serta H. Muhammad Sopyan, BA.
“Setiap kepemimpinan telah memberikan warna, meletakkan fondasi, serta meninggalkan karya dan pelajaran berharga bagi perjalanan kota ini,” tuturnya.
Menurut Saparudin, kondisi Pangkalpinang saat ini merupakan bagian dari proses panjang pembangunan yang dilakukan secara bertahap oleh para pemimpin dan masyarakat dari generasi ke generasi.
Pertumbuhan Ekonomi Jadi Perhatian
Memasuki usia ke-269, Saparudin juga menegaskan posisi strategis Pangkalpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selain menjadi pusat pemerintahan, Pangkalpinang berkembang sebagai simpul perdagangan, jasa, serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam rapat paripurna, pertumbuhan ekonomi Pangkalpinang pada 2025 mencapai 4,54 persen. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 tercatat sebesar 81,64 dan berada pada kategori sangat tinggi.
Namun demikian, pemerintah masih menghadapi dinamika ekonomi pada 2026. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 0,10 persen. Di sisi lain, inflasi year on year meningkat dari 2,67 persen pada Juli menjadi 4,11 persen pada Agustus 2026.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam menentukan arah pembangunan ke depan.
Saparudin menekankan bahwa pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Paparkan Sejumlah Capaian
Dalam kesempatan tersebut, Saparudin turut memaparkan sejumlah capaian pemerintah selama hampir 11 bulan kepemimpinannya.
Di bidang kesehatan, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 99,86 persen. Pangkalpinang juga meraih UHC Award 2026.
Sementara dalam pelayanan publik, Pemerintah Kota Pangkalpinang memperoleh nilai 85,02 dari Ombudsman RI dengan predikat kualitas baik. Adapun Indeks Reformasi Hukum 2025 memperoleh predikat AA.
Di bidang pendidikan, Saparudin menyampaikan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 menempatkan jenjang SD Pangkalpinang pada peringkat keenam dan SMP pada peringkat kesembilan tertinggi secara nasional.
Pemerintah juga menjalankan sejumlah program, di antaranya pembangunan sarana pendidikan, pemberian beasiswa bagi keluarga kurang mampu, digitalisasi pelayanan melalui PKP SMART, serta penguatan pengelolaan sampah melalui TPS3R.
Saparudin menegaskan, berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama antara pemerintah, DPRD, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
APBD Harus Beri Manfaat
Dalam menghadapi keterbatasan fiskal dan berbagai tantangan pembangunan, Saparudin mengajak DPRD dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi.
Ia menekankan bahwa APBD harus digunakan sebagai instrumen yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, mendorong investasi, serta mengembangkan perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
“Setiap rupiah APBD harus benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Dan setiap kebijakan harus kembali kepada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Saparudin juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, pimpinan partai politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, insan pers, serta seluruh masyarakat Pangkalpinang atas dukungan dan kolaborasi dalam pembangunan daerah.
Peringatan Hari Jadi ke-269, menurutnya, menjadi pengingat bahwa pembangunan Pangkalpinang merupakan sebuah estafet pengabdian lintas generasi.
Apa yang telah dibangun para pendahulu dilanjutkan oleh generasi hari ini untuk kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Mari kita wujudkan kemajuan menuju masa depan Pangkalpinang yang gemilang,” pungkas Saparudin.(*)
