PANGKALPINANG, sabdatara.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan dalam pembangunan, khususnya pada sektor kesehatan.
Dukungan tersebut tercermin dalam pelaksanaan seminar kesehatan bertajuk “Perempuan Berdaya, Ibu Cerdas mengenai Autoimun Sejak Dini Menuju Masyarakat Sehat dan Produktif” yang berlangsung di PIA Hotel Pangkalpinang, Jumat (01/05/2026).
Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pangkalpinang, Agustu Effendi, yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai seminar ini memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman perempuan terhadap isu kesehatan.
Menurut Agustu, kegiatan edukatif seperti ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini, terutama di kalangan perempuan sebagai pilar keluarga.
“Seminar ini sangat positif karena memberikan pengetahuan yang aplikatif. Perempuan memiliki peran sentral dalam menjaga kesehatan keluarga, sehingga pemahaman seperti ini menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti bahwa momentum peringatan Hari Kartini menjadi penguat semangat dalam mendorong perempuan agar semakin berdaya dan berperan aktif di berbagai bidang.
“Semangat Kartini hari ini harus dimaknai lebih luas. Perempuan tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan, termasuk dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” jelas Agustu.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perempuan yang memiliki wawasan dan kesadaran kesehatan yang baik akan berdampak langsung pada kualitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
“Ketika perempuan cerdas dan peduli terhadap kesehatan, maka keluarga akan lebih kuat, dan pada akhirnya akan berkontribusi terhadap masyarakat yang produktif,” tambahnya.
Seminar ini diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat umum hingga organisasi perempuan seperti Wanita Bekarya. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, yang diisi dengan sesi pemaparan dan diskusi interaktif.
Tiga narasumber turut hadir memberikan perspektif yang komprehensif, yakni Bunda Riffa sebagai survivor sekaligus Founder Komunitas Sobat Autoimun Indonesia Cabang Babel, Bunda Bidan Elis Oktaviani (Ibu Muda Bekarya 2023), serta dr. Hastuti, MSc dari Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung.
Para narasumber mengulas penyakit autoimun secara menyeluruh, mulai dari faktor penyebab, gejala yang perlu diwaspadai, hingga langkah penanganan.
Penyakit autoimun sendiri merupakan kondisi ketika sistem imun menyerang sel tubuh yang sehat, dengan gejala umum seperti kelelahan berkepanjangan, nyeri otot, dan peradangan.
Selain faktor genetik, pola hidup yang kurang sehat juga menjadi pemicu utama. Oleh sebab itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola makan, mengelola stres, serta menerapkan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan.
Agustu menegaskan bahwa kegiatan seperti ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Edukasi kesehatan harus terus digencarkan. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat, terutama perempuan akan lebih siap dalam mendeteksi dan mencegah penyakit sejak dini,” tegasnya.
Melalui momentum Hari Kartini, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap kesadaran akan pentingnya kesehatan dan peran perempuan semakin meningkat.
Kegiatan serupa pun diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan produktif.
(*/ST)
