Pangkalpinang, sabdatara.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui rapat koordinasi yang digelar di Balai Betason Lantai 1 Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan guna memastikan program peningkatan gizi masyarakat berjalan optimal.

Rapat dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak sekolah, tenaga kesehatan, hingga penyedia makanan.
Fokus pembahasan meliputi penyusunan rencana pelaksanaan yang terintegrasi, penentuan sasaran penerima manfaat, jadwal distribusi, serta penerapan standar menu bergizi.

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, S.E., M.M., menegaskan bahwa Program MBG merupakan intervensi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Ia mengajak seluruh pihak untuk memastikan pelaksanaan program berjalan konsisten di lapangan dengan mengutamakan standar keamanan pangan dan kelayakan operasional.
“Program ini bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi kita. Karena itu, kita harus memastikan setiap proses berjalan disiplin, berbasis data, serta mengutamakan keamanan dan kualitas,” ujar Dessy.
Dessy juga menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan serta perbaikan tata kelola secara menyeluruh.
“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari capaian angka, tetapi dari seberapa aman, tepat sasaran, dan berkelanjutan manfaat yang dirasakan masyarakat. Kepercayaan publik harus dijaga melalui kualitas pelayanan yang nyata di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Nyatu Kurnia Rahmadhini, menyampaikan bahwa Program MBG di Kota Pangkalpinang telah menjangkau 43.388 penerima manfaat, yang terdiri dari siswa, tenaga pendidik, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Saat ini, tercatat 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi, dengan satu unit tambahan masih dalam tahap persiapan. Program ini juga telah menjangkau puluhan sekolah di berbagai kecamatan, menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses makanan bergizi bagi masyarakat.
Meski demikian, pelaksanaan program tetap diiringi upaya perbaikan berkelanjutan, termasuk peningkatan kualitas sarana dan prasarana, optimalisasi rantai pasok, serta pemenuhan standar operasional.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas sektor agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
(ST)
